Ekonomi Tradisional
Sistem Ekonomi Tradisional,Ciri, Kelebihan, dan Kekurangannya

Setiap negara menjalankan roda perekonomiannya dengan menggunakan sistem ekonomi. Dari satu negara dengan negara lainnya belum tentu menganut sistem ekonomi yang sama. Tentunya hal ini dikarenakan kebiasaan masyarakat, budaya, politik, ideologi, keadaan alam yang berbeda, dan berbagai macam faktor lainnya yang membuat tidak semua negara bisa menganut sistem ekonomi yang sama.
Di bidang ekonomi, ada istilah Sistem Ekonomi Tradisional dan Sistem Ekonomi Modern. Bagi kebanyakan orang awam, tentunya kedua sistem ini sulit untuk dipahami. Bagi Anda yang akan menjalankan sebuah bisnis, penting untuk memahami beberapa istilah ekonomi karena bisnis dan ekonomi sangat berhubungan erat dan saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh karenanya, sangat penting untuk mengenal sistem ekonomi dengan lebih dalam.
Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional
Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi tradisional? Pengertian sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem ekonomi dimana segala aktivitas perekonomian dilaksanakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan kebiasaan atau tradisi dari generasi ke generasi.
Sistem ekonomi ini adalah yang paling sederhana dibandingkan sistem ekonomi yang lainnya, dimana masyarakat yang menganut sistem ekonomi ini masih mengandalkan hasil alam dan tenaga manusia. Metode pertukaran barang yang dilakukan pun masih dengan cara barter yang mengikuti generasi sebelumnya.
Dalam sistem ekonomi tradisional, masyarakat berperan sebagai produsen sekaligus konsumen karena proses transaksinya dengan cara barter atau saling bertukar barang. Dalam pelaksanaannya, pemerintah hanya hanya berperan sebagai penjaga ketertiban dan tidak terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional
Untuk dapat mengetahui apakah sistem ekonomi yang digunakan di suatu wilayah adalah sistem ekonomi tradisional tidaklah sulit. Hal ini dikarenakan sifatnya yang tergolong masih sangat sederhana dan jika dibandingkan dengan sistem ekonomi yang kita gunakan saat ini, sistem ekonomi tradisional dapat terlihat sangat mencolok akibat perbedaan yang cukup kontras dengan sistem ekonomi modern seperti saat ini.
Berikut di bawah ini adalah beberapa ciri khas yang terdapat pada sistem ekonomi tradisional:
- Transaksi pada aktivitas ekonomi masih dilakukan dengan cara barter.sedangkan pada sistem ekonomi modern sudah menggunakan mata uang untuk alat transaksi,bahkan jauh dari itu pada sistem ekonomi modern juga sudah menggunakan Aplikasi Kasir untuk melakukan transaksi,sebagaimana yang kita ketahui dari pelaku usaha tersebut banyak yang menggunakan Aplikasi kasir SID Retail pro,karena Aplikasi Kasir SID Retail Pro sudah teruji dan juga mempunyai meu-menu yang begitu lengkap.
- Pemerintah hanya berperan sebagai penjaga ketertiban dan terlibat secara langsung dalam semua aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat.
- Proses produksi yang dipelajari secara turun-temurun dari generasi ke generasi dan masih tergolong sangat sederhana.
- Tradisi serta budaya masyarakat masih menjadi acuan utama dari aktivitas ekonomi yang dijalankan.
- Masyarakat yang menganut sistem ekonomi tradisional menghasilkan jenis produksi berdasarkan atas keahlian yang dimiliki dan yang dibutuhkan.
- Semua proses kegiatan ekonomi dilakukan dengan cara mandiri. Oleh karenanya, tidak ada pembagian kerja yang jelas siapa yang harus melakukan apa.
- Hubungan antar masyarakat bersifat kekeluargaan sehingga aktivitas ekonomi dilakukan untuk saling menolong.
- Kondisi masyarakat yang menganut sistem ekonomi ini masih tradisional, statis, dan miskin.
- Pada umumnya masih bergantung pada sektor pertanian
Contoh kegiatan ekonomi pada sistem ekonomi tradisional adalah seorang petani jagung membutuhkan daging ayam sehingga ia membawa satu kilogram jagung ke tempat masyarakat biasa melakukan transaksi ekonomi, yaitu pasar.
Di pasar tersebut, sang petani jagung bertemu dengan seorang peternak ayam yang membawa satu ekor daging ayam dan membutuhkan jagung. Setelahnya, terjadilah transaksi pertukaran antara satu kilogram jagung dengan satu ekor ayam antara petani jagung dengan peternak ayam. Pada saat itu, barter tersebut dinilai sama-sama menguntungkan. Sedangkan jika dibandingkan dengan saat ini, nilai daging ayam lebih tinggi dari jagung sehingga hal ini sebenarnya merugikan peternak ayam.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional
Penggunaan sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang umum digunakan di masa lampau dimana berbagai macam aspek kehidupan belum terlalu berkembang seperti saat ini. Sistem ekonomi tradisional seperti ini mungkin saja masih dapat ditemukan di wilayah-wilayah Indonesia yang belum terlalu tersentuh dengan perkembangan budaya dan teknologi. Meskipun sistem ekonomi tradisional terlihat sederhana, tentunya sistem ekonomi ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya, diantaranya sebagai berikut:
Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional

- Karena sifatnya kekeluargaan dan untuk saling menolong, sistem ekonomi tradisional tidak memungkinkan persaingan untuk tumbuh.
- Akibat tidak adanya persaingan pada aktivitas ekonomi, masyarakat tidak menghadapi adanya perselisihan maupun konflik yang diciptakan oleh persaingan.
- Tidak adanya tekanan atas berapa banyak produksi yang harus dihasilkan.
- Tidak adanya stres yang ditimbulkan akibat perhitungan untung dan rugi dalam aktivitas ekonominya.
- Analisis marketing lebih sederhana
- Masyarakat terpacu untuk menjadi untuk menjadi produsen
- Masyarakat bertindak dengan lebih jujur dengan sistem barter sebagai alat pembayaran dari aktivitas ekonominya.
- Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional
- Karena tidak adanya tekanan atas produksi, jumlah produksi yang dihasilkan cenderung rendah.
- Kebutuhan masyarakat dipenuhi dengan melebihi acuan kekayaan dan kesejahteraan.
- Tidak adanya perhitungan yang pasti atas efisiensi dari aktivitas ekonomi yang dilakukan.
- Sulit untuk menciptakan mobilisasi sosial melalui tindakan ekonomi pada sistem ekonomi tradisional.
- Tidak tercipta kerjasama antar individu dalam masyarakat yang berguna bagi perkembangan ekonomi.
- Adanya kesulitan dalam menentukan nilai dari barang yang akan dibarter.
- Adanya kesulitan dalam mempertemukan pihak-pihak yang saling membutuhkan karena banyak individu yang merupakan produsen.
- Karena hasil produksi ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki, tak jarang jumlah serta jenis barang yang diproduksi tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meskipun penggunaan sistem ekonomi tradisional mungkin sudah tidak relevan atau sulit untuk diterapkan pada saat ini, namun Anda bisa saja mengambil beberapa poin kelebihan dari sistem ini untuk diterapkan pada bisnis atau kerja sama yang dilihat cocok untuk dilakukan.

Komentar
Posting Komentar